over

…penimbunan lemak sayang di pinggang adalah gejala obesitas cinta!

Posted in MFSi | 2 Comments

suam

aku sedang batuk!

ada kamu di riakku,mengetuk2 tulang. ada aku di kantukmu, membujuk2 pulang (puisi tlah menjadikanku garis sepi diantara lariknya yang meriah. dimintanya aku snantiasa menepi dan merendah)

dimanakah penitipan sewa jenuh?

Posted in poem | 3 Comments

sundries bergaris

siapa layak diamuk kala hati remuk? perempuan panik pemalu itu! biang tumpukan dokumen sayang. galaunya sewarna matanya, emas bergaris cemas, putih bergaris terang. rinduku menuju berang, sebatas lebih kurang. mengapa dulu tak kupadatkan saja sehembus nekat sekerat hasrat :

“hitunglah tunai hatiku, janji tak  kan kaujumpai selisih disana. simpanlah bilyet deposito, setiaku tak pernah berjangka waktu!’ bu mimi, tolong aku dari buruk mimpi. pak wahyono, jangan depak angan ke pojoksono. aku rindu memeriksa stiap cupumu. mengaudit stiap incimu. berharap temukan satu celahlalaimu, agar ada alasan mengkoreksi resahhatimu

(kepada sahabatku dessar, saat sundries gerimis bergaris)

Posted in poem | Leave a comment

des_sar

bikinkan aku satu puisi!

atau aku akan menjadi pocong putih jinak jinak merpati! ancam perempuan bermata titik itu. panikpun mulai menyapaku:  mungkinkah tersusun puisi, jika kau adalah si puisi itu sendiri? maka andai pocong semolek engkau, mau aku tergolek. pura-pura tak tertolong. pura-pura tak akan melek!  lalu ingatan tentang perempuan yang pernah menjadi tetangga ruang itupun mulai tertuang. saat aku sering mencuri lihat garis punggung tangannya, yang dikerumuni rambut halus bergaris mulus. tentang betis bening yang acap kujadikan cermin kening. tiba-tiba kau berkata, pulang dulu ya. aku mau jadi pengantin!  mari pemuisi, silahkan pening. selamat membalut luka batin! (perban tersedia di kotak obat, belajarlah membebat hasrat). jadi pilih mana, mata yang merabun atau mengantuk? aku mau menjadi sabun dan handuk! merapati tubuhmu diantara serat seratku. agar wangi semakin erat. agar hangat senantiasa menjerat.

(kepada sahabatlamaku dessar)

Posted in poem | 4 Comments

Penyair Panggung

-untuk landung simatupang-

Tubuhnya lebih dari puisi, penuh getar dan getir bunyi.

Sekali ia menyentuh panggung, waktu seakan linglung dihajar tenung.

Di remang ruang tubuhnya menyala, sehingga sunyi terlihat jelas posturnya.

(joko pinurbo -Kekasihku – 2004)

Posted in poem | Leave a comment

koroner

penyempitan pembuluh logika adalah gejala cinta koroner. perempuan adventuress, yang mengumbar kamuskata manis, lalu menyudahinya lewat ludah amis! sudahlah kronis. cemas2 lama sabakhtani.

Posted in poem | Leave a comment

landungS_25april09

(catatan kecil landung simatupang u/ ku – 25april09)

ANGIN MAMPIR

Angin mau pulang ke gua itu
Tapi terkatup pintu batu-batu
Padahal ia ingin segera rebah
Menyerahkan lelah
Jadi ia ngeloyor masuk kamar
Nebeng tidur di sebelah
Sedang aku bermimpi tentangmu
Waktu bangun siang baru kutahu
Ia tinggalkan sebelas syair
Tentang tanah dan air,
Udara dan api, besi dan kayu
Ini sekadar pembayar menginapku
Tulisnya di sarung bantal
Dengan tinta ungu

FESTIVAL FILM
MALAM PURNAMA
YOGYA

Wajah kaburmu terpiuh
Pada cermin kolam digoyang
Angin dingin dari jauh

Kerumunan berpesta tawa
Kita datangi agar yakin
Kita tidak sedang di sana:

Lobi. Lampu-lampu. Pariwara. Orang-orang
Tak memandang bulan penuh. Melenggang masuk
Berkalang gelap. Goa gulita

Tapi layar bahtera terdampar itu galau silau.
Dewi Kesenian dipuja dalam pelarian letih
Dari kilau hening Sang Ratih

SILSILAH
Semayam atas batu hitam
Tempat impian kanak tertikam
Kau tulis diam-diam
Riwayat hari

Kau surat
Dengan darah ibu. Muncrat
Dari uratku
Dengan mata pena
Kau cukil dari tajam mataku

Pada lembar yang sama
Kau rajahkan namaku
Di atasnya nama bapa dan ibuku
Lalu empat di atas dua nama itu
Dan di atas empat, delapan

Enam belas lagi hawa dan adam
Di atas kedelapan nama
Lalu tiga puluh dua
Di atasnya enam puluh empat
Kemudian seratus dua puluh delapan

Usai senja kueja nama-nama leluhur
Di layar berpendar
Berbiak berjuta dari rahim namaku subur
Sebelum aku hanya nanar
Membilang noktah di rimba bintang

Menjelang suaramu terdengar:
Segala ini engkau sendiri
Engkau sendiri semesta terdampar
Gempar dan sepi

Posted in MFSi | Leave a comment

landungS_03mei09

(3mei09 – catatan kecil sang maestroku, landung simatupang, u/ aku, si bukan siapa2)
NEGERI JANJI
Inang malam letih menimang
Diserahkannya impian-impianmu
Pada pagi, kicau burung, dan bara siang
Di negeri Janji-janji Tak Ditepati

FEBRUARI
Pagi layu
Pohonan bersedeku
Gunung tanpa pucuk
Kota pun tiada
Jika hilang ufuk

LANDSCAPE, SOUNDSCAPE

Pagi hangus dipanggang siang. Siang hitam dinaptol malam. Malam telanjang dilucut pagi yang akan hangus dipanggang siang yang lalu hitam dinaptol malam yang telanjang lagi dilucut pagi. Kitabernyanyi, bercaci-maki.  Tuhan kita pekikkan dari menara tinggi-tinggi sambil tak henti dengan belati dengki kita tikami.

Posted in poem | Leave a comment

menaburDIAM!

 

jadi akukah sang tuan diktator itu? YA! orator kotor, penjajah merajah, kumpeni sok berani, penindas penginjak endhas, xtrimis kronis, sakkarepedewe, pengeyel cumlaude, pemuja kemarahan, posesif aneh, pengkhayal sangat njelehi, pemimpi basah. DIAM! jangan mimpi aku tunduk menunduk, takluk berteluk, hormat merapat, kepada perempuan belia yang saat aku telah berikrar dengan awan, kepada kibar bendera kau baru mampu berkawan. pilih! ingin bertarung atau wujudkan khayal? mari penyair, selamat menikmati menu berpikir, menelanjangi sang perkasanya waktu, semoga takdir tidak dingin membatu! -yang menabur bengis, niscaya menuai tangis-

Posted in poem | 3 Comments

hermes

 

tangis keras pecah. nadanya puitis. warnanya birutua garisgaris pilu. tentang mahagiri yang tlah lari. larinya bertahap, hap hap hap mematikan harap. sakkarepedewe, we we we digondol wewe. lupakan janji meatball betesdha, cerita telah berbeda. abaikan napaktilas yang terhempas, tak kan pernah impas. mari pemuisi, silahkan menata nafas!

aku rindu kayen, kepada meja billiardnya. tidak ke el-ve hermes, menyumpeki ruang koleksi=

Posted in poem | 5 Comments

osis

 

remaja poni yang snantiasa memamerkan raut galau di pagi kemarau. kaukah itu, perempuan waguku? yang dagu kanannya dijagai titik pemanis, mempersilahkan tangis. adik kelas yang telah sangat berkelas. kakak kelas yang menjelang tak waras. mau aku memeras cintamu hingga tersisa ampas. hingga titikkupas. tak kan kulepas.

osis -ojo senggol iki susu-

Posted in poem | 2 Comments

lemas

perempuan cemas yang tak lagi berbelas. kaukah itu? yg mengucapkan hormat bendera setengah tiang , pada kematianku kian terbentang. mari, silahkan lemas!

Posted in MFSi | 2 Comments

breakfast

perempuan onde2, yang kecantikannya bertaburan di selingkar tubuhnya. minta ijin mengunyahmu! mari sarapan!

Posted in MFSi | Leave a comment

branded

tak lagi aku telaten. kerinduan adalah bahaya laten. selamatkan aku, dari perempuan berwajah paten itu!

Posted in MFSi | Leave a comment

demam

perempuan apiunggun berhati beku. kaukah itu? yang menjadikan panas dingin setiap lelaki

pendekat. mari silahkan melekat!

Posted in MFSi | 1 Comment